pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

BERITA

Pemerintah Kurangi Ketergantungan Alkes Impor

15 May 2017 | comment(0)

JAKARTA -- Pemanfaatan alat kesehatan (alkes) hampir 90 persen merupakan produk luar negeri. Pemerintah bersama para pemangku kepentingan berupaya melakukan inovasi dan memproduksi alkes dalam negeri. 

Alangkah indahnya jika pelayanan kesehatan menggunakan produksi dalam negeri. Apalagi, sebenarnya kita sudah bisa inovatif dan bisa produksi sendiri. Misalnya, bikintiang infus, bahkan alat cuci darah sudah punya.

Ha rus dimanfaatkan, ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat membuka Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (18/11). Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional ke-52 yang diperingati setiap tanggal 12 November.

Puan mengatakan, pertumbuhan alkes produksi dalam negeri tahun ini menunjukkan peningkatan. Industri alkes, kata dia, meningkat pada tahun ini dari 193 menjadi 211 industri. Jenis alkes juga meningkat dari 255 menjadi 261 jenis alkes.

Berkaitan dengan itu, pemerintah sudah menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai upaya untuk memberikan layanan kesehatan yang baik, terutama bagi masyarakat miskin. Artinya, pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin dapat dijalankan dengan baik, sehingga tak membebani kehidupan mereka.

Hal ini tentunya harus juga disokong oleh ketersediaan sarana alat-alat kesehatan yang memadai di setiap rumah sakit, puskesmas, dan klinik-klinik kesehatan lainnya. Karena itu, produksi alat kesehatan dalam negeri niscaya harus dibangun dan terus dikembangkan. Baru-baru ini pemerintah bersama 20 kementerian dan lembaga juga meluncurkan program Gerakan Masyarakat Sehat, ujarnya.

Program Gerakan Masyarakat Sehat atau Germas ini sebagai upaya untuk mewujudkan kebiasaan hidup sehat bagi bangsa Indonesia. Sehat bukan berarti menjadi sakit kemudian berobat untuk sehat, tapi senantiasa mengedepankan sikap preventif untuk mencegah agar tidak sakit, kata Puan.

Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, meminta bantu an semua pihak dalam optimalisasi peng gunaan produk alkes dalam negeri. Padahal, menurut dia, alat kesehat an yang diproduksi dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Saat ini, Indonesia telah memiliki 211 industri alat kesehatan yang sebenarnya mampu memenuhi 46 persen kebutuhan alat kesehatan di rumah sakit tipe A.

Selain itu, produk alkes dalam negeri juga mampu bersaing dengan alat kesehatan produk impor. 

Namun sayangnya, minat penggunaannya masih rendah, kata Nila.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pengenalan produk alkes dalam negeri kepada pengguna atau unit kesehatan, sehingga diharapkan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Apalagi, dengan penggunaan produk alkes dalam negeri, dapat menekan pembiayaan kesehatan agar lebih terjangkau. Tentu dapat menekan harga alat kesehatan dan pada akhirnya mengurangi biaya pelayanan kesehatan, katanya.

Hal itu juga tujuan diselenggarakan pameran alkes yang resmi dibuka pada Jumat ini. Sekaligus, dalam kesempatan itu juga, ia menandatangani nota kesepahaman dengan Pengurus Pusat Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh lndonesia (Persi).

Secara khusus, ia juga meminta kepada Ketua Persi, Kuntjoro Adi Purjanto, agar nota kesepahaman dilanjutkan dapat mendorong optimalisasi peran rumah sakit terhadap penggunaan produk alkes dalam negeri.

Sekaligus Pak, ajak RS di Indonesia menggunakan produk dalam negeri, atau saat pameran produk alkes dalam negeri juga diajak ke acara Persi, kata Nila.

Tak hanya itu, ia juga meminta dorongan pihak lainnya, di antaranya, Men teri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang turut hadir dalam pameran tersebut. Ia meminta agar penggunaan alkes dalam negeri tidak ketergantungan kepada alkes produk impor.     rep: Fauziah Mursid, ed: Muhammad Hafil 


Print this page

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal, dan sumber

Pemerintah Kurangi Ketergantungan Alkes Impor

http://jkn.jamsosindonesia.com/blog/detail/2079/pemerintah-kurangi-ketergantungan-alkes-impor

Copyright © 2018 Jamkesindonesia.