pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

BERITA

Siapkan Hadapi Lonjakan Lansia : Penduduk Indonesia Mulai Menua

29 May 2017 | comment(0)

Jakarta, Kompas - Jumlah penduduk lanjut usia Indonesia terus naik, laju pertambahannya pun kian meningkat. Bahkan, penduduk di lima provinsi sudah memasuki tahap populasi menua. Jika tidak disiapkan dari sekarang, Indonesia akan terbebani lansia yang tidak sejahtera pada masa mendatang.

Pada 2015, Indonesia memiliki 21,5 juta lansia atau 1 dari 12 penduduk. Dalam dua dekade, jumlahnya akan berlipat menjadi 48,2 juta atau 1 dari 6 penduduk adalah lansia.

Bahkan, kini penduduk di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, DI Yogyakarta (DIY), dan Sulawesi Utara memiliki umur median lebih dari 30 tahun. Itu berarti, separuh penduduk lima provinsi berumur lebih dari 30 tahun dan masuk kategori populasi menua.

“Populasi yang menua adalah buah dari keberhasilan program keluarga berencana, penurunan angka kematian bayi dan angka kelahiran total (TFR), serta meningkatnya usia harapan hidup masyarakat,” kata Staf Ahli Bidang Kependudukan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sonny Harry B Harmadi di Jakarta, Minggu (28/5). Setiap 29 Mei diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional.

Sejumlah wilayah yang menjadi pusat ekonomi atau pendidikan akan mendapatkan pasokan penduduk usia muda yang memadai, seperti DIY sehingga menuanya populasi dapat diperlambat. Namun, sebagian besar kabupaten/kota di Jateng dan Jatim yang tak punya sumber ekonomi memadai justru ditinggal penduduk mudanya dan menjadi “Kota Pensiun”.

Meningkatnya jumlah lansia itu diikuti menurunnya jumlah penduduk usia muda. Jumlah penduduk berumur kurang dari 15 tahun pada 2010 mencapai 28,6 persen dan akan turun menjadi 21,5 persen pada 2035.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam World Population Ageing (WPA) 2015 sudah mengingatkan laju pertambahan lansia di negara berkembang saat ini, termasuk Indonesia, lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan lansia negara maju pada masa lalu. Karena itu, negara berkembang harus mempersiapkan diri mulai sekarang hingga lansia nantinya tak menjadi beban.

“Setelah 2045 atau 100 tahun kemerdekaan Indonesia, proporsi lansia diperkirakan akan lebih besar dibanding proporsi penduduk muda,” kata Sonny.

Beban negara

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty mengingatkan, jumlah lansia yang besar, tetapi tidak berkualitas, akan menjadikan mereka sebagai beban negara. “Lansia yang sakit-sakitan akan membuat mereka tidak tangguh dan tidak produktif,” katanya.

Dalam proses biologis, bertambahnya usia akan diikuti dengan menurunnya berbagai fungsi tubuh sehingga lansia rentan menderita berbagai penyakit degeneratif dan kronis. Penyakit itu bisa dicegah atau diperlambat munculnya dengan menyiapkan penduduk usia muda saat ini agar hidup bersih dan sehat.

“Menyiapkan lansia masa depan yang berkualitas harus dimulai dengan mengintervensi kesehatan penduduk yang saat ini berusia 35-44 tahun,” kata Ketua Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Turro Selrits Wongkaren.

Selain beban penyakit, banyak lansia di Indonesia tidak memiliki asuransi kesehatan atau jaminan sosial. Padahal, makin tua lansia, makin besar dan kompleks risiko penyakitnya sehingga makin besar beban biayanya.

WPA 2015 menyebut, hanya 8,1 persen lansia Indonesia memiliki dana pensiun. Selain itu, 54,3 persen lansia laki-laki dan 27,9 persen lansia perempuan berumur lebih dari 65 tahun masih bekerja.

Karena itu, kata Surya, BKKBN mendorong agar penduduk usia muda saat ini menjadi peserta berbagai program jaminan sosial yang diselenggarakan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ataupun BPJS Ketenagakerjaan. Dengan demikian, saat jadi lansia, mereka terjamin kesejahteraannya.

Menurut Turro, seseorang yang ingin mapan secara ekonomi saat lansia harus mengakumulasi aset sejak dini saat masih produktif. Dengan demikian, mereka tak perlu mengandalkan dukungan keluarga atau pemerintah saat tua.

Di sisi lain, belum ada sistem yang menjamin lansia yang sebenarnya masih produktif agar diterima pasar kerja. Dengan jumlah lapangan kerja yang terbatas saat ini, angkatan kerja muda antara 15-65 tahun akan lebih diutamakan.

“Kondisi sosial di Indonesia belum siap menerima lansia sebagai golongan produktif. Lansia lebih banyak dilihat sebagai beban sehingga tidak banyak perusahaan yang menerima lansia bekerja,” ujarnya. (ADH/MZW)


Print this page

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal, dan sumber

Siapkan Hadapi Lonjakan Lansia : Penduduk Indonesia Mulai Menua

http://jkn.jamsosindonesia.com/blog/detail/2123/siapkan-hadapi-lonjakan-lansia---penduduk-indonesia-mulai-menua

Copyright © 2018 Jamkesindonesia.