pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

BERITA

BPJS KESEHATAN : Mudik Lebaran Dengan Layanan Khusus

16 June 2017 | comment(0)

Calon peserta BPJS Kesehatan antre menunggu penyelesaian adminitrasi di kantor BPJS Lhokseumawe, Aceh, Senin (15/5).

Sari, 32 tahun, karyawan di salah satu perusahaan swasta di Jakarta, mengaku belum tahu bahwa ada kemudahan layanan dari BPJS Kesehatan pada periode mudik Lebaran.

Kendati begitu, dia langsung berminat ketika mengetahui bahwa pada periode mudik Lebaran, tepatnya sejak 19 Juni hingga 2 Juli 2017, BPJS Kesehatan memberikan fasilitas penyederhanaan proses layanan.

“Saya punya asuransi komersial, tetapi mungkin cenderung sulit menemukan rumah sakit yang bekerjasama dengan fasilitas itu di kampung halaman saya. Bisa jadi saya akan manfaatkan layanan khusus itu,” ujar perempuan asal Purbalingga itu kepada Bisnis, Kamis (15/6).

Pada periode mudik Lebaran, BPJS Kesehatan memberikan kemudahan bagi pasien untuk akses langsung ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (FKTL) atau rumah sakit, tanpa perlu meminta rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas dan klinik.

Yuyun, 36 tahun, pedagang kuliner di Jakarta Pusat, menilai penyederhanaan proses itu akan memberikan kenyamanan saat mudik.

“Saya belum pernah gunakan KIS saat mudik, tetapi pasti itu sangat membantu kalau sewaktu-waktu butuh layanan kesehatan saat pulang ke Kuningan ,” ujarnya.

Kepala Grup Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer BPJS Kesehatan Fachrurrazi menjelaskan, peserta JKN-KIS yang sedang mudik dapat berobat di luar wilayah tanpa harus melapor ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan setempat.

Peserta dapat langsung mengakses instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan ketika membutuhkan pertolongan kesehatan dalam kondisi nondarurat.

Dalam kondisi darurat, jelasnya, setiap peserta JKN-KIS dapat memanfaatkan fasilitas IGD di seluruh rumah sakit, baik yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan maupun tidak.

Peserta program JKN-KIS hanya perlu membawa kartu yang aktif, baik BPJS Kesehatan, KIS, Askes, maupun Jamkesda. Status kepesertaan, jelasnya, dapat dicek melalui aplikasi mobile BPJS Kesehatan atau melalui Care Center BPJS Kesehatan.

Tanpa Biaya Plus

Fachrurrazi menegaskan, dengan penyederhanaan proses itu, peserta tidak perlu membayarkan biaya tambahan kepada FKTL. “Saya ingatkan fasilitas kesehatan tidak diperkenankan menarik bayaran kepada peserta,” tegasnya.

Bagi BPJS Kesehatan, sesungguhnya penerapan kebijakan penyederhanaan proses layanan di saat mudik bukanlah hal baru.

Kepala Grup Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Budi Mohamad Arief menjelaskan, pada tahun lalu pihakya juga menyediakan layanan serupa untuk menunjang arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri.

Selain menyediakan layanan khusus itu, pihaknya juga menyediakan delapan posko pelayanan untuk menunjang arus mudik. Bedanya, layanan yang digelar pada 21 – 24 Juni 2017 ini terbuka bagi setiap pemudik, bukan hanya mereka yang menjadi peserta JKN - KIS.

Posko mudik menyediakan pelayanan dan konsultasi kesehatan oleh tenaga medis, obat-obatan, fasilitas relaksasi, hingga sosialisasi program JKN-KIS kepada para pemudik.

“Layanan ini tersedia baik bagi peserta maupun bukan peserta dan hanya akan beroperasi selama 4 hari,” ujarnya.

Posko tersebut ditempatkan di delapan titik padat pemudik, a.l. Terminal Pulo Gebang Jakarta, Terminal Tirtonadi Surakarta, Terminal Bungurasih Surabaya, Stasiun Bandung, Stasiun Yogyakarta, Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Pelabuhan Gilimanuk Bali, dan Pelabuhan Merak Banten.

Kali ini, pihaknya melengkapi layanan khusus mudik dengan aplikasi mobile khusus serta care center. Aplikasi yang dapat diunduh secara gratis ini menyediakan daftar telepon penting, alamat kantor dan fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, dan sejumlah informasi penting lainnya.

Terkait dengan layanan kesehatan bila terjadi kecelakaan, Kepala Departemen Manajemen Manfaat dan Kemitraan Fasilitas Kesehatan Donni Hendrawan menjelaskan langkah pertama yang perlu dilakukan oleh peserta JKN-KIS atau keluarga korban adalah melaporkan kejadian tersebut ke kantor kepolisian terdekat.

Jika tergolong kecelakaan tunggal, jelasnya, maka BPJS Kesehatan akan menjamin layanan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat. Bila kecelakaan ganda, sambung Donni, maka langsung dijamin oleh PT Jasa Raharja (Persero), sebagai penyedia layanan asuransi wajib milik negara.

“Langsung dijamin dulu PT Jasa Raharja (Persero), dan bila melewati plafon Rp20 juta, maka kelebihannya akan dijamin BPJS Kesehatan,” ungkapnya.


Print this page

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal, dan sumber

BPJS KESEHATAN : Mudik Lebaran Dengan Layanan Khusus

http://jkn.jamsosindonesia.com/blog/detail/2149/bpjs-kesehatan---mudik-lebaran-dengan-layanan-khusus

Copyright © 2018 Jamkesindonesia.