pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

BERITA

Pasien Pulang Paksa, Kartu BPJS Kesehatan Diblokir

18 August 2017 | comment(0)

SAMPANG – Pelayanan kesehatan di RSUD Sampang dikeluhkan keluarga Mahmudi. Pasalnya, kartu BPJS Kesehatan milik warga Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, itu tidak bisa digunakan setelah pindah ke rumah sakit lain. Penonaktifan kartu tersebut diakui tanpa pemberitahuan kepada pemilik.

Andi, 38, mengatakan, awalnya Mahmudi dibawa ke RSUD Sampang. Setelah diperiksa, dia divonis menderita penyempitan jantung. Kemudian diminta untuk dirawat inap di rumah sakit tersebut.

Setelah menjalani perawatan selama lebih kurang empat hari, kondisi pasien tidak mengalami perkembangan. Karena itu, keluarga bermusyawarah dan berinisiatif untuk membawanya pulang.

Ketika konsultasi dengan tim medis, tidak diperbolehkan pulang. Tetapi pihak keluarga pada saat itu memaksa. Alasannya, akan dibawa ke rumah sakit lain. ”Empat hari tidak ada perkembangan, kondisi kakak saya tetap. Makanya setelah berembuk, keluarga memutuskan untuk dibawa pulang saja,” katanya kemarin (17/8).

Karena itu, Mahmudi dibawa pulang dengan cara dipaksa. Saat itu pihak keluarga  diminta untuk menandatangani kesepakatan oleh rumah sakit. ”Adik korban diminta untuk menandatangani kesepakatan bahwa pihak rumah sakit tidak bertanggung jawab jika terjadi hal kepada korban yang dipaksa untuk dibawa pulang,” ungkapnya.

Setelah pulang, Mahmudi kemudian dibawa ke Rumah Sakit Paru di Pamekasan. Setelah diperiksa dan mendapat perawatan, kondisi Mahmudi mengalami perkembangan signifikan. Tetapi, kartu BPJS Kesehatan pasien tidak bisa digunakan. Padahal, saat dirawat di RSUD Sampang masih bisa. ”Katanya diblokir. Kaget saya. Padahal (sebelumnya) kartu itu bisa digunakan,” terang Andi.

”Tidak ada pemberitahuan atau peringatan sebelumnya kepada kami kalau minta pulang paksa kartu BPJS diblokir. Lagipula setahu saya kartu BPJS Kesehatan bisa ini diblokir kalau terlambat bayar iuran. Kakak saya ini tidak telat kok,” kesalnya.

Setelah itu, pihaknya sempat mendatangi RSUD Sampang. Pihak rumah sakit mengaku tidak tahu-menahu dan meminta supaya menunggu tiga bulan lagi. ”Biaya di Rumah Sakit Paru tidak menggunakan BPJS. Kami disuruh menunggu tiga bulan lagi karena kartu terblokir,” tambahnya.

Humas RSUD Sampang Yuliono belum bisa memberikan keterangan. Dihubungi melalui telepon dan pesan ke nomor selulernya hingga berkali-kali, tidak ada tanggapan. Sementara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Muhammad Ismail Marzuki membenarkan adanya pasien yang kena penalti.

Dia menjelaskan, pasien pemegang kartu BPJS Kesehatan itu kena ”sanksi” karena meminta pulang paksa sebelum penyakit dinyatakan sembuh. Kartu BPJS tidak bisa digunakan selama diagnosa penyakitnya masih sama. ”Jadi itu ketentuannya sudah benar. Kalau pulang paksa dari rumah sakit dan pindah ke rumah sakit lain dengan diagnosa penyakit yang sama, maka kartu BPJS-nya tak bisa digunakan,” terangnya.

Penalti itu berlaku sampai penyakit pasien sembuh. Jika berobat lagi ke rumah sakit dengan penyakit lain, kartu BPJS bisa digunakan lagi. ”Memang tidak bisa digunakan di dua rumah sakit dengan diagnosa penyakit yang sama,” pungkasnya.

 


Print this page

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal, dan sumber

Pasien Pulang Paksa, Kartu BPJS Kesehatan Diblokir

http://jkn.jamsosindonesia.com/blog/detail/2218/pasien-pulang-paksa--kartu-bpjs-kesehatan-diblokir

Copyright © 2018 Jamkesindonesia.