pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

BERITA

Layanan Masih Fokus pada Upaya Kuratif

16 August 2017 | comment(0)

JAKARTA, KOMPAS — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan masih fokus pada upaya kuratif. Itu karena mayoritas peserta yang memanfaatkan Jaminan Kesehatan Nasional adalah mereka yang sakit. Ke depan pencegahan diutamakan melalui sosialisasi gaya hidup sehat.

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fahmi Idris, Selasa (15/8), di Jakarta, menyatakan, BPJS Kesehatan terbanyak menangani orang sakit. “Ini karena warga sebelumnya tak berobat karena tak ada biaya, kini dibiayai jaminan kesehatan,” ujarnya.

Hal itu menyebabkan pengeluaran bagi peserta lebih tinggi daripada iuran yang dibayarkan peserta JKN. Apalagi, banyak penyakit katastropik atau berbiaya tinggi dan mengancam jiwa, seperti jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal, ditanggung BPJS Kesehatan. Sampai Juni 2017, ada 9.861.378 kasus penyakit katastropik ditanggung JKN.

Sejauh ini kunjungan peserta JKN ke fasilitas kesehatan terus naik. Dari 178,38 juta peserta per semester pertama 2017, kunjungan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) naik dari 66,8 juta (2016) jadi 120,9 juta (2016). Pada 2017, hingga Juni, ada 72,8 juta kunjungan ke FKTP. Kunjungan di fasilitas kesehatan tingkat lanjut (FKTL) juga naik.

Pada 2016, jumlah kunjungan ke berbagai faskes 177,8 juta, lebih tinggi daripada jumlah peserta 171,9 juta orang. “Perlahan, kami ajak peserta sosialisasikan pola hidup sehat di FKTP agar kian sedikit penyakit ditanggung BPJS Kesehatan,” ucap Fahmi.

Sejauh ini fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan bertambah. Jumlah FKTP 18.437 unit pada 2014, lalu naik menjadi 20.850 unit di semester pertama 2017. Jumlah FKTL 2.156 RS semester I-2017, naik dari 1.681 RS pada 2014.

Fahmi mengakui ada keluhan dari peserta, tenaga medis, dan fasilitas kesehatan. Hasil survei kepuasan peserta 2016 menyebutkan, tingkat kepuasan peserta 78,6 persen.

Menurut Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady, 23 asuransi komersial bekerja sama dengan BPJS Kesehatan pada skema koordinasi manfaat dengan 200.000 peserta. Asuransi komersial mengklaim pembiayaan ke BPJS Kesehatan sesuai ketentuan, lalu membayar sisanya. (UTI)


Print this page

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal, dan sumber

Layanan Masih Fokus pada Upaya Kuratif

http://jkn.jamsosindonesia.com/blog/detail/2224/layanan-masih-fokus-pada-upaya-kuratif

Copyright © 2018 Jamkesindonesia.