pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

BERITA

1,5 Juta Warga Belum Tercover Program JKN-KIS

23 August 2017 | comment(0)

SOLO - Sebanyak 1.562.091 warga di lima kabupaten/kota di wilayah eks Karisidenan Surakarta belum tercover program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Mereka sebagian besar merupakan warga miskin yang tidak mampu membayar iuran kepesertaan.

Kabid Kepesertaan dan Pelayanan Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Surakarta Choirul Rosyid mengatakan, 1.562.091 warga yang belum terdaftar dalam JKN-KIS tersebar di wilayah Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, dan Kota Solo.

Rinciannya 296.475 jiwa berada di Karanganyar, 434.542 orang di Sragen, 273.769 orang di Sukoharjo, 444.705 orang di Wonogiri, dan 112.600 jiwa di Kota Solo. Sementara, total jumlah penduduk di lima wilayah itu mencapai 4.223.601 jiwa. 

“Yang telah terdaftar dalam program JKN-KIS sebanyak 2.661.510 jiwa,” kata Choirul Rosyid di Solo, Jawa Tengah, Rabu (23/8/2017) siang.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Agus Purwono mengemukakan, pihaknya mendorong perusahaan swasta, khususnya rumah sakit (RS) memasukkan warga miskin di sekitarnya dalam program JKN-KIS melalui dana corporate social responsibility (CSR). 

Saat ini, sudah ada satu rumah sakit swasta di Sragen yang mendaftarkan warga miskin di sekitarnya ke program JKN-KIS melalui dengan dana CSR. Yakni RS PKU Muhammadiyah Sragen sebanyak 500 orang. 

“Warga kurang mampu itu didaftarkan ke program JKN-KIS karena belum ditanggung oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah,” ungkap Agus Purwono.

Dalam waktu dekat, RS PKU Muhammadiyah Karanganyar dan satu RS di Wonogiri yang akan menyusul. Ide mendaftarkan ke JKN-KIS muncul setelah rumah sakit swasta itu banyak menerima permohonan pengurangan biaya berobat dari warga miskin yang tinggal di sekitarnya. 

Sesuai penelitian LPM FEB Universitas Indonesia, kontribusi JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia sebesar Rp152,2 triliun, dan tahun 2021 bisa mencapai Rp289 triliun. “Program ini meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia 2,9 tahun,” bebernya.


Print this page

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal, dan sumber

1,5 Juta Warga Belum Tercover Program JKN-KIS

http://jkn.jamsosindonesia.com/blog/detail/2237/1-5-juta-warga-belum-tercover-program-jkn-kis

Copyright © 2018 Jamkesindonesia.