pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

BERITA

Kasus Meninggalnya Bayi Debora, Begini Penjelasan BPJS Kesehatan

11 September 2017 | comment(0)

TEMPO.CO, Jakarta - Bayi Debora yang oleh orangtuanya diikutsertakan sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), meninggal di  RS Mitra Keluarga Kalideres akibat penanganan yang  lambat.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Jakarta Barat Eddy Sulistijanto menjelaskan bahwa prosedur pelayanan kesehatan pada saat keadaan darurat ditanggung oleh BPJS.

“Jadi mau dia belum terdaftar sekalipun, untuk keadaan darurat semua biaya itu ditanggung oleh BPJS,” ujar Eddy di kantor Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta pada Senin, 11 September 2017.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Koesmedi Priharto juga menyampaikan hal yang serupa. “Prosedur penanganan pasien dalam keadaan darurat itu jelas, semua ditanggung oleh BPJS,” ujar dia.

Koesmedi menduga pihak RS Mitra Keluarga Kalideres beranggapan biaya perawatan di ruang ke ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) tidak ditanggung BPJS.

Hal tersebut, menurut dia, terjadi karena prosedur penanganan gawat darurat itu belum tersosialisasikan dengan baik sehingga RS Mitra Keluarga tidak mengetahui hal tersebut.

Eddy  Sulistijanto mengatakan  bahwa penanganan gawat darurat yang membutuhkan pelayanan ruang khusus atau  PICU juga termasuk dalam tanggungan BPJS.

Direktur RS Mitra Keluarga Fransisca Dewi menjelaskan bahwa lembaganya  memiliki 12 cabang di Indonesia, namun dia mengaku baru satu cabang yang bekerja sama dengan BPJS.

“Kami punya 12 cabang, tapi baru satu cabang yang bekerja sama dengan BPJS. Untuk RS Mitra Keluarga Kalideres sendiri kita masih dalam proses,” ujar dia.

Fransisca menjelaskan, RS Mitra Keluarga Kalideres rencananya akan bekerja sama dengan BPJS pada bulan September 2017 ini. Namun sampai saat ini masih dalam proses karena terkendala sesuatu hal.

Eddy Sulistijanto menjelaskan kendala tersebut terkait dengan persyaratan administrasi yang belum dipenuhi RS Mitra Keluarga.

“Untuk persyaratan bekerja sama dengan BPJS itu harus ada 8 apoteker sementara RS Mitra Keluarga baru memiliki 4 appoteker,” ujar dia.

Eddy menjelaskan, pihak RS Mitra Keluarga memang telah mengajukan permohonan sejak Juli 2017, Jika persyaratan telah dipenuhi, kerja sama akan segera dilakukan.


Print this page

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal, dan sumber

Kasus Meninggalnya Bayi Debora, Begini Penjelasan BPJS Kesehatan

http://jkn.jamsosindonesia.com/blog/detail/2265/kasus-meninggalnya-bayi-debora--begini-penjelasan-bpjs-kesehatan

Copyright © 2018 Jamkesindonesia.