pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

BERITA

Mendesak, Kampanye Hidup Sehat

11 October 2017 | comment(0)

JAKARTA, KOMPAS — Kampanye untuk mendorong masyarakat hidup sehat mulai dari akses gizi sampai pola hidup yang baik sangat mendesak dilakukan. Tak hanya menghabiskan uang untuk pengobatan, kesehatan yang baik juga akan meningkatkan kualitas hidup manusia.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/10), menyampaikan target peningkatan cakupan kesehatan pada 2019. Masalahnya, penyakit yang paling banyak dialami 2,6 juta keluarga di Indonesia masih berkisar pada penyakit-penyakit akibat kurang baiknya pola hidup dan gizi.

Kampanye soal gizi pun, lanjut Nila, sesungguhnya bukan hanya soal nutrisi makanan, melainkan juga gizi yang terkait dengan kebersihan lingkungan, gizi terkait akses air bersih, dan sanitasi. “Oleh karena itu, kampanye ini semestinya melibatkan berbagai kementerian/lembaga,” kata Nila seusai menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

Kampanye hidup sehat ini dalam jangka panjang akan mengatasi tingginya biaya kesehatan. Biaya layanan kesehatan yang ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diperkirakan defisit sekitar Rp 9 triliun hingga akhir 2017. Tahun 2016 pun, defisit jaminan kesehatan nasional Rp 9,7 triliun.

Usulan strategi untuk mengatasi defisit itu, kata Nila, antara lain dengan menambah APBN dan mengalokasikan cukai untuk biaya layanan kesehatan.

Sementara itu, lebih dari 50 juta penduduk Indonesia belum menjadi peserta BPJS Kesehatan. BPJS menargetkan semua penduduk tercakup dalam layanan kesehatan pada 2019. Sosialisasi program terus dilakukan agar masyarakat segera mendaftar.

Data BPJS per 6 Oktober mencatat 182.826.781 penduduk Indonesia telah menjadi peserta BPJS Kesehatan. Jangka waktu selama 2014-2017 untuk menjaring setengah jumlah penduduk tercakup dalam layanan kesehatan tersebut relatif cepat dibandingkan negara lain. Jerman membutuhkan waktu 127 tahun dan baru 85 persen populasi yang memiliki jaminan kesehatan, sedangkan Korea Selatan 26 tahun dengan 97,2 persen populasi.

“Biaya pelayanan kesehatan meningkat dari tahun ke tahun,” kata Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Maya Amiarny Rusady. Kemarin, BPJS menandatangani nota kesepahaman dengan Dharma Wanita Persatuan untuk kerja sama sosialisasi program BPJS Kesehatan.


Print this page

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal, dan sumber

Mendesak, Kampanye Hidup Sehat

http://jkn.jamsosindonesia.com/blog/detail/2369/mendesak--kampanye-hidup-sehat

Copyright © 2018 Jamkesindonesia.