pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

BERITA

BPJS Kesehatan: Kartu Lama Dipastikan Masih Berlaku

14 October 2017 | comment(0)

MEDAN - BPJS Kesehatan Cabang Medan memastikan bahwa kartu lama peserta masih berlaku, sehingga masyarakat diimbau tidak percaya berita hoax mengenai penggantian kartu kepesertaan.

Kepala Cabang Medan BPJS Kesehatan, Ari Dwi Aryani mengatakan sejak awal Oktober ini telah terjadi lonjakan peserta yang mendatangi kantor BPJS Kesehatan untuk mengganti kartunya, akibat berita hoax yang beredar di pesan Whatsapp.

“Berita hoax itu menyebutkan kartu lama tidak berlaku lagi per Oktober. Kami ingin sampaikan ke masyarakat bahwa kartu lama masih berlaku. Tidak perlu datang ke kantor atau buru-buru mengganti,” kata Ari Dwi Aryani, seusai penandatanganan kerja sama dengan PT Pertamina Lubricants, Kamis (13/10) malam.

Dia mengungkapkan sejak awal bulan ini jumlah peserta yang datang ke kantor BPJS Kesehatan melonjak dari 500 orang per hari menjadi 700-800 orang per hari, karena kabar hoax tersebut.

Menurut Ari, pihaknya telah membuka titik-titik layanan (point of service) di sejumlah lokasi untuk melayani masyarakat yang ingin mendaftarkan BPJS Kesehatan maupun cetak kartu. Di antaranya berada di Pasar Sambu Medan, Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Medan, dan customer mobile yang beredar secara terjadwal di kecamatan- kecamatan.

“Daripada mengantri lebih baik mendatangi outlet-outlet kami. Memang ada rencana (penggantian kartu) tetapi itu bertahap,” ujar Ari Dwi Aryani.

Ari menjelaskan jumlah peserta BPJS Kesehatan di wilayah kerjanya saat ini terus bertambah. Saat ini jumlah peserta mencapai 3,3 juta orang, bertambah lebih dari 100.000 orang dari posisi September 2017. Peningkatan ini didorong oleh program jaminan kesehatan dari Pemerintah Kota Medan dan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara.

 BPJS Kesehatan, lanjut Ari Dwi Ariyani, akan terus memacu jumlah peserta termasuk menggarap potensi kepesertaan dari usaha mikro. Saat ini, sekitar 90% badan usaha di Medan telah mendaftarkan pekerjanya untuk mendapatkan jaminan kesehatan.

“Sisa 10% yang belum mendaftarkan dan itu banyaknya dari usaha mikro yang jumlah karyawannya paling banyak 15 orang. Kami akan kerja keras mengejar peserta pekerja penerima upah ini,” ungkap Ari Dwi Aryani.

Untuk mengejar peningkatan jumlah peserta, BPJS Kesehatan Cabang Medan menerapkan strategi jemput bola. Saat ini, tukas Ari Dwi Aryani, pihaknya memiliki 21 relation officer yang mendatangi sebanyak 840 badan usaha dalam setiap pekan.

“Yang kami kejar di daerah Langkat yang masih kurang kepesertaannya. Kalau Medan dari 2,4 juta populasi, sekitar 2,2 juta sudah menjadi peserta,” jelasnya.

 Fasilitas Kesehatan

 Lebih lanjut, Ari Dwi Aryani mengharapkan kepada masyarakat untuk melaporkan apabila mendapatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rumah sakit rujukan yang memberikan layanan kurang baik.

 “ Kalau pasien dipungut biaya, didorong naik kelas atau diminta membeli obat, tolong dilaporkan kepada kami. Kami akan evaluasi kerjasama dengan mereka. Kalau rumah sakit rujukan berat menjalankan aturan dari Pemerintah sebaiknya istirahat aja dulu,” tegasnya.

 Ari Dwi Aryani mengakui pihaknya telah mengeluarkan surat peringatan kepada tiga rumah sakit rujukan di Medan, karena memberikan pelayanan kurang baik kepada peserta BPJS Kesehatan.

 Saat ini Kota Medan memiliki 74 rumah sakit dan sekitar 50 rumah sakit di antaranya telah memiliki kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

 “Yang harus diperbanyak itu fasilitas kesehatan tingkat pertama, dan upaya promotif dan preventif. Ini yang lebih penting untuk didorong kepada masyarakat,” ungkapnya.


Print this page

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal, dan sumber

BPJS Kesehatan: Kartu Lama Dipastikan Masih Berlaku

http://jkn.jamsosindonesia.com/blog/detail/2373/bpjs-kesehatan--kartu-lama-dipastikan-masih-berlaku

Copyright © 2018 Jamkesindonesia.