pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

BERITA

BISNIS ALAT KESEHATAN : Fujifilm Incar e-Katalog

20 October 2017 | comment(0)

JAKARTA—Divisi Medis Fujifilm Indonesia mengincar peluang dari jaminan kesehatan nasional dengan mengandalkan produk Synapse dan FDR D-EVO II yang ditargetkan masuk ke dalam e-katalog.

Jatmiko Dwiwantoro, National Sales Manager Medical Division PT Fujifilm Indonesia, menyampaikan akan memberikan dukungan terhadap program pemerintah melalui jaminan kesehatan nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Perusahaan akan menawarkan beberapa produk medis, seperti computer radiography, medical system IT, dan ultrasound system.

Program JKN memberikan peluang pasar yang sangat menarik untuk digarap mengingat jumlah populasi di Indonesia yang besar. Layanan kesehatan juga memerlukan peralatan dengan teknologi terkini. Fujifilm menangkap peluang ini dengan menawarkan sejumlah produk untuk masuk dalam e-katalog.

“Kami berupaya untuk memasukan Synapse dan FDR D-EVO II ke dalam e-katalog guna menjawab minimnya fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh Tanah Air,” kata kata Jatmiko kepada Bisnis, Kamis (19/10/2017).

Menurutnya, kedua produk dihadirkan untuk mengurangi angka kematian yang terjadi karena keterlambatan penanganan pasien. “Kedua produk ini dapat menghemat waktu hingga sejam dibandingkan dengan produk konvensional,” ungkapnya.

Synapse PACS merupakan sebuah sistem pengarsipan gambar dan juga sistem komunikasi yang memudahkan petugas medis untuk terhubung antara satu divisi dengan divisi lainnya. Informasi yang dapat ditampung oleh Synapse adalah rekam medis pasien yang diklaim dapat menambah efisiensi dari segi biaya, alur kerja, dan waktu.

Adapun, alat medis berupa flat panel detectors (FPD) diwakili oleh merek FDR D-EVO II yang merupakan mesin radiografi digital portabel yang tahan banting dan ringkas. Produk ini berguna untuk menggantikan peran film konvensional dalam pengambilan gambar hasil rontgen. Produk ini memungkinkan gambar dari hasil rontgen dapat disajikan secara digital.

Jatmiko menjelaskan pengalaman di bidang fotografi memberikan kemudahan bagi Fujifilm untuk mengembangkan radiografi digital yang dapat menyimpan hasil foto rontgen hingga 100 foto dalam sebuah mesin portabel. Adapun, mesin serupa yang masih konvensional hanya bisa menampung satu gambar hasil rontgen.

Produk ini masih terkendala untuk masuk ke dalam e-katalog karena semua rumah sakit dianggap belum membutuhkan alat ini. Faktor harga menjadi salah satu pertimbangan saat ini bagi BPJS Kesehatan yang digerakan oleh dana dari pemerintah dan iuran anggota.

“Sejauh ini kami sudah mengajukan kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), akan tetapi belum masuk dalam e-katalog,” imbuhnya.

Perusahaan terus menjual produk ini secara business-to-business dengan rumah sakit. Dia menilai seiring dengan penerimaan positif oleh rumah sakit diharapkan LKPP dapat mempertimbangkan produk tersebut menjadi barang yang diperlukan bagi fasilitas rumah sakit. “Sejauh ini ada 20 rumah sakit yang berminat kepada kedua produk ini,” imbuhnya.


Print this page

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal, dan sumber

BISNIS ALAT KESEHATAN : Fujifilm Incar e-Katalog

http://jkn.jamsosindonesia.com/blog/detail/2395/bisnis-alat-kesehatan---fujifilm-incar-e-katalog

Copyright © 2018 Jamkesindonesia.