pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

BERITA

Layanan Ditawarkan dalam Sistem Digital

16 November 2017 | comment(0)

JAKARTA, KOMPAS — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan menawarkan layanan kesehatan dalam sistem digital. Itu diharapkan memudahkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau JKN-KIS mengakses fasilitas kesehatan.

Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fahmi Idris mengatakan, untuk meningkatkan layanan dan kepuasan peserta, BPJS Kesehatan meluncurkan aplikasi Mobile JKN. “Dengan mengunduh aplikasi ini, peserta JKN-KIS bisa lebih efisien waktu dan biaya,” ujarnya dalam acara peluncuran aplikasi Mobile JKN, Rabu (15/11), di Jakarta.

Peserta JKN-KIS bisa mendapat berbagai kemudahan melalui aplikasi itu. Kemudahan itu, antara lain, berupa mendaftar dan mengubah data kepesertaan, mengetahui informasi data peserta dan keluarga, informasi tagihan dan pembayaran iuran, informasi layanan di fasilitas kesehatan, serta menyampaikan pengaduan terkait JKN-KIS.

Mengurangi antrean

Fitur yang ditawarkan di aplikasi itu sesuai masalah di lapangan. Mayoritas peserta datang ke Kantor BPJS Kesehatan untuk mengubah data kepesertaan, menambah anggota keluarga, dan mengubah fasilitas kesehatannya. “Itu semua bisa dilakukan lewat aplikasi Mobile JKN untuk mengurangi antrean panjang di kantor,” ucapnya.

Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Wahyuddin Bagenda menambahkan, peserta JKN-KIS per 1 November 2017 sekitar 183 juta orang, 26 persennya ditargetkan mengunduh aplikasi Mobile JKN. Kini, sekitar 1,5 juta pengguna mengunduh aplikasi itu. Targetnya, akhir tahun ini 5 juta pengguna mengunduh aplikasi Mobile JKN.

Selain memudahkan peserta JKN mengakses layanan kesehatan, menurut Fahmi, aplikasi itu bisa mengefisiensikan jumlah karyawan BPJS Kesehatan. “Dengan mengubah verifikasi dengan sistem digital, itu mengurangi sekitar 600 karyawan sehingga tak ada penggantian karyawan yang pensiun,” ujarnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mendukung layanan kesehatan berbasis sistem digital ini. “Ini cara baik untuk mengubah proses bisnis dan cara layanan kepada masyarakat. Harapannya, itu bisa memberikan layanan lebih baik pada masyarakat,” ujarnya. (DD04)


Print this page

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal, dan sumber

Layanan Ditawarkan dalam Sistem Digital

http://jkn.jamsosindonesia.com/blog/detail/2432/layanan-ditawarkan-dalam-sistem-digital

Copyright © 2019 Jamkesindonesia.