pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

BERITA

Dorong Porsi Promotif Preventif dalam JKN Lebih Besar

19 October 2018 | comment(0)

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS—Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional lebih bersifat kuratif dibandingkan promotif dan preventif. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan didorong memberi porsi lebih besar pada upaya promotif preventif.

Ketua Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Adang Bachtiar menegaskan hal itu saat menjadi pembicara pada sesi diskusi dalam Forum Ilmiah Tahunan Ke-4 IAKMI di Bandar Lampung, Kamis (18/10/2018). Dengan adanya pengukuran angka kontak fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dengan peserta, program JKN juga memiliki aspek promotif dan preventif.

Menurut Adang, JKN-KIS tak hanya membantu orang terhindar dari kemiskinan akibat biaya kesehatan. Program itu juga membentuk masyarakat bergaya hidup sehat.

Melalui kontak dengan pasien, tenaga kesehatan di FKTP memiliki kesempatan melaksanakan kegiatan promotif preventif, khususnya pada level individu. ”Bisa tidak JKN berperan dalam Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga,” katanya.

Ketua Umum IAKMI Ridwan Thaha berpendapat, dengan menjadi FKTP, puskesmas justru lebih disibukkan urusan menyembuhkan orang sakit. Fungsi membuat orang tetap sehat dan mencegah orang sakit tak tambah parah terabaikan. Itu menurunkan derajat kesehatan warga. Jadi, puskesmas perlu dikembalikan pada fungsinya membina kesehatan di daerahnya lewat kegiatan promotif dan preventif.

Berperan di hilir

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menyampaikan, dalam SJSN, program JKN-KIS berperan di hilir. Jadi, kegiatannya lebih bersifat kuratif dibandingkan promotif atau preventif.

Meski demikian, JKN-KIS adalah program layanan kesehatan perorangan berdampak pada sisi hulu. Promotif dan preventif di tingkat individu bisa dilakukan.

Program itu memberikan perlindungan bagi warga dari risiko jatuh miskin saat sakit dan bisa mengakses fasilitas kesehatan. Ketika orang sakit berobat, ia tercegah jadi miskin akibat besarnya biaya kesehatan. Dengan demikian, pengeluaran biaya pribadi untuk biaya kesehatan (out of pocket) bisa turun.

Data BPJS Kesehatan menyebutkan, pada 2016 ada 990.000-1,16 juta penduduk Indonesia terhindar dari kemiskinan akibat biaya kesehatan. Selain itu, 14,5 juta warga miskin terhindar dari kemiskinan kian dalam. Per 1 Oktober 2018, jumlah peserta JKN 203 juta orang. Sehari, rata-rata 612.000 peserta memanfaatkan JKN.


Print this page

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal, dan sumber

Dorong Porsi Promotif Preventif dalam JKN Lebih Besar

http://jkn.jamsosindonesia.com/blog/detail/2547/dorong-porsi-promotif-preventif-dalam-jkn-lebih-besar

Copyright © 2018 Jamkesindonesia.