pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

HOT ISSUE

Animo Pekerja Informal Terhadap BPJS Minim

23 May 2015 | comment(0)

DEPOK - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kota Depok mengungkapkan, saat ini animo masyarakat yang bekerja sendiri atau sektor informal untuk mendapatkan jaminan sosial masih sangat minim.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Depok Suhendi mencontohkan masyarakat bukan penerima upah ini di antaranya pedagang kaki lima (PKL), tukang ojek, pedagan pasar, loper koran dan lainnya. Para pedagang ini tetap bisa masuk BPJS Ketenagakerjaan karena dianggap sebagai pencari nafkah.

“Justru pekerja informal seperti ini yang seharusnya mendapatkan layanan BPJS, tetapi animonya memang masih kurang,” ujarnya, usai memperkenalkan BPU di Pasar Cimanggis Depok, Sabtu (23/5/2015).

Untuk mensiasati hal tersebut, pihaknya kini memperkenalkan program  Bukan Penerima Upah (BPU). Masyarakat bukan penerima upah atau yang tidak bergaji (sektor informal) secara tetap bisa mendapatkan jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan dan fasilitasnya sama dengan para pekerja di sektor formal.

Menurutnya, dengan mengikuti BPJS Ketenagakerjaan, masyarakat dengan golongan berpenghasilan sendiri ini akan mendapatkan fasilitas yang lebih baik ketimbang dari Jamkesmas maupun Jamkesda. Jika mengalami kecelakaan kerja, masyarakat berhak mendapatkan fasilitas dirawat, di rumah sakit pemerintah untuk kelas satu, biaya pengobatanya bisa mencapai Rp20 juta.

"Untuk biaya perawatan memang saat ini masih sampai Rp20 juta, tetapi nantinya bisa sampai tak terhingga, karena sudah diwacanakan dan sudah ada juklak dan juknisnya. Kemudian kalau tidak bisa bekerja maka akan di-cover full sesuai dengan penghasilan yang dilaporkannya. Kalau misalnya, pekerja itu mengalami kecelakaan kerja dan tidak bisa bekerja selama tiga bulan, maka selama tiga bulan itu akan di-cover, sesuai dengan penghasilan yang dilaporkan," paparnya.

Fasilitas lain adalah jaminan kematian. Jika yang bersangkutan meninggal biasa, maka ahli warisnya mendapatkan Rp21 juta, akan tetapi jika meninggal karena kecelakaan kerja, maka akan mendapatkan 48 kali penghasilan yang menjadi patokan.

Ia mengklaim dari segi iuran pun sangat murah.

"Untuk jaminan kecelakaan kerja, hanya dibebankan 1% dari penghasilan, sedangkan untuk jaminan kematian dibebankan 0,30% nya. Masyarakat bisa mengambil salah satu saja,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pihaknya dalam waktu dekat ini akan mencari wadah-wadah pekerja bukan penerima upah, seperti paguyupan PKL, paguyupan pedagang dan lainnya, untuk dilakukan sosialisasi.

Sumber: http://ekbis.sindonews.com/read/1004497/34/animo-pekerja-informal-terhadap-bpjs-minim-1432367796


Print this page

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal, dan sumber

Animo Pekerja Informal Terhadap BPJS Minim

http://jkn.jamsosindonesia.com/blog/detail/629/animo-pekerja-informal-terhadap-bpjs-minim

Copyright © 2020 Jamkesindonesia.

gratis sexfilme german sexfilme hardcore pornofilme milf pornofilme gangbang pornofilme pov pornofilme casperbet şikayetvar bonus veren bahis siteleri kaçak casino siteleri frisuren