pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

FORUM

Topik : Kaji Ulang Program Dokter Layanan Primer

Ketua Dewan Pakar PB IDI yang juga Ketua Tim Buku Putih DLP IDI, Abdul Razak Thaha, menyebut pendirian program DLP tidak didasari bukti kuat. Misalnya, disebutkan angka rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke rumah sakit tinggi, sekitar 15 persen. Padahal, angka rujukan 20 persen pun sebenarnya normal.

Selain itu, disebutkan bahwa tingginya angka rujukan disebabkan dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama kurang kompeten. Menurut Thaha, 144 kompetensi yang harus dikuasai dokter berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) tahun 2012 sebenarnya sudah cukup. Ada 34 dari 144 kompetensi yang tak bisa dilakukan dokter.

Namun, itu bukan karena dokter kurang kompeten, melainkan fasilitas dan obat terbatas. Dari sisi kompetensi, tak ada perbedaan signifikan antara kompetensi DLP dan SDKI 2012 yang telah disahkan Konsil Kedokteran Indonesia. "Tidak masuk akal kalau dokter harus sekolah lagi, tetapi diberi kompetensi sama," ujarny


Lampiran : Jaminan_Kesehatan_Indonesia_-_BPJS_Kesehatan__Kaji_Ulang_DLP.pdf

 
Change the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 
1 Tanggapan :

, 24/12/2016 18:42:19

Apakah sekiranya program ini wajib dilanjutkan?

gratis sexfilme german sexfilme hardcore pornofilme milf pornofilme gangbang pornofilme pov pornofilme casperbet şikayetvar bonus veren bahis siteleri kaçak casino siteleri frisuren