pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

Pertanyaan

Program Rujuk Balik

16 January 2017
Selamat siang, saya mau tanya, apa itu program rujuk balik dan bagaimana mekanisme pendaftaran program rujuk balik tersebut?

Jawaban

Ulasan:

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Ketentuan pelaksanaan Program Rujuk Balik (PRB) dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

Dasar Hukum Pelaksanaan Program Rujuk Balik

Mekanisme pendaftaran peserta dan  pelayanan obat Program Rujuk Balik (PRB) diatur dalam:

  1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional.
  2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 Tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional.
  3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional.
  4. Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan.
  5. Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK/ Menkes/32/I/2014 tentang Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan bagi Peserta BPJS Kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Pertama dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan dalam Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan.
     

Intisari:

Pelayanan Program Rujuk Balik adalah Pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang yang dilaksanakan di Faskes Tingkat Pertama atas rekomendasi/rujukan dari Dokter Spesialis/Sub Spesialis yang merawat.

Mekanisme Pendaftaran Peserta Program Rujuk Balik (PRB) dilakukan dengan:

  1. Peserta mendaftarkan diri pada petugas Pojok PRB dengan menunjukan:
    a. Kartu Identitas peserta BPJS Kesehatan.
    b. Surat Rujuk Balik (SRB) dari dokter spesialis.
    c. Surat Elijibilitas Peserta (SEP) dari BPJS Kesehatan.
    d. Lembar resep obat/salinan resep.
  2. Peserta mengisi formulir pendaftaran peserta PRB.
  3. Peserta menerima buku kontrol Peserta PRB.

Filosofi Program Rujuk Balik

Dalam pelaksanaan jaminan kesehatan nasional, dikenal adanya istilah pelayanan rujuk balik dan program rujuk balik.

Pelayanan rujuk balik adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penderita di fasilitas kesehatan atas rekomendasi/rujukan dari dokter spesialis/sub spesialis yang merawat.

Program rujuk balik adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan jangka panjang yang dilaksanakan di faskes tingkat pertama atas rekomendasi/rujukan dari dokter spesialis/sub spesialis yang merawat.

Dalam program rujuk balik, tersedia pelayanan obat rujuk balik, yakni pemberian obat-obatan untuk penyakit kronis di faskes tingkat pertama sebagai bagian dari pelayanan program rujuk balik.

Peserta Program Rujuk Balik

Peserta yang berhak memperoleh obat PRB adalah peserta dengan diagnosa penyakit kronis yang telah ditetapkan dalam kondisi terkontrol/stabil oleh Dokter Spesialis/Sub Spesialis dan telah mendaftarkan diri untuk menjadi peserta Program Rujuk Balik.

Manfaat Program Rujuk Balik

  1. Bagi Peserta
    a. Meningkatkan kemudahan akses pelayanan kesehatan.
    b. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang mencakup akses promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
    c. Meningkatkan hubungan dokter dengan pasien dalam konteks pelayanan holistik.
    d.Memudahkan untuk mendapatkan obat yang diperlukan.
     
  2. Bagi Faskes Tingkat Pertama
    a. Meningkatkan fungsi Faskes selaku Gate Keeper dari aspek pelayanan komprehensif dalam pembiayaan yang rasional.
    b. Meningkatkan kompetensi penanganan medik berbasis kajian ilmiah terkini (evidence based) melalui bimbingan organisasi/dokter spesialis.
    c. Meningkatkan fungsi pengawasan pengobatan.
     
  3. Bagi Faskes Rujukan Tingkat Lanjutan
    a. Mengurangi waktu tunggu pasien di poli RS.
    b. Meningkatkan kualitas pelayanan spesialistik di Rumah Sakit.
    c. Meningkatkan fungsi spesialis sebagai koordinator dan konsultan manajemen penyakit.

Jenis Penyakit Program Rujuk Balik

Jenis Penyakit yang termasuk Program Rujuk Balik adalah:

  1. Diabetus Mellitus
  2. Hipertensi
  3. Jantung
  4. Asma
  5. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
  6. Epilepsy
  7. Schizophrenia
  8. Stroke
  9. Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

Sesuai dengan rekomendasi Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia dan Komite Formularium Nasional, penyakit sirosis tidak dapat dilakukan rujuk balik ke Faskes Tingkat Pertama karena:

  1. Sirosis hepatis merupakan penyakit yang tidak curabel.
  2. Tidak ada obat untuk sirosis hepatis.
  3. Setiap gejala yang timbul mengarah kegawatdaruratan (misal: eshopageal bleeding) yang harus ditangani di Faskes Rujukan Tingkat Lanjutan.
  4. Tindakan-tindakan medik untuk menangani gejala umumnya hanya dapat dilakukan di Faskes Rujukan Tingkat Lanjutan.

Jenis Obat

Obat yang termasuk dalam Obat Rujuk Balik adalah:

  1. Obat Utama, yaitu obat kronis yang diresepkan oleh Dokter Spesialis/Sub Spesialis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan dan tercantum pada Formularium Nasional untuk obat Program Rujuk Balik.
  2. Obat Tambahan, yaitu obat yang mutlak diberikan bersama obat utama dan diresepkan oleh dokter Spesialis/Sub Spesialis di Faskes Rujukan Tingkat Lanjutan untuk mengatasi penyakit penyerta atau mengurangi efek samping akibat obat utama.

Mekanisme Pendaftaran Peserta Program Rujuk Balik (PRB) adalah sebagai berikut:

  1. Peserta mendaftarkan diri pada petugas Pojok PRB dengan menunjukan:
    a. Kartu Identitas peserta BPJS Kesehatan.
    b. Surat Rujuk Balik (SRB) dari dokter spesialis.
    c. Surat Elijibilitas Peserta (SEP) dari BPJS Kesehatan.
    d. Lembar resep obat/salinan resep.
  2. Peserta mengisi formulir pendaftaran peserta PRB.
  3. Peserta menerima buku kontrol Peserta PRB.

Mekanisme Pelayanan Obat PRB adalah sebagai berikut:

  1. Pelayanan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
    a. Peserta melakukan kontrol ke Faskes Tingkat Pertama (tempatnya terdaftar) dengan menunjukkan identitas peserta BPJS, SRB, dan buku kontrol peserta PRB.
    b. Dokter Faskes Tingkat Pertama melakukan pemeriksaan dan menuliskan resep obat rujuk balik yang tercantum pada buku kontrol peserta PRB.
  2. Pelayanan pada Apotek/depo Farmasi yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk pelayanan obat PRB
    a. Peserta menyerahkan resep dari Dokter Faskes Tingkat Pertama
    b. Peserta menunjukkan SRB dan Buku Kontrol Peserta
  3. Pelayanan obat rujuk balik dilakukan 3 kali berturut-turut selama 3 bulan di Faskes Tingkat Pertama.
  4. Setelah 3 (tiga) bulan peserta dapat dirujuk kembali oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan untuk dilakukan evaluasi oleh dokter spesialis/subspesialis.
  5. Pada saat kondisi peserta tidak stabil, peserta dapat dirujuk kembali ke dokter Spesialis/Sub Spesialis sebelum 3 bulan dan menyertakan keterangan medis dan/atau hasil pemeriksaan klinis dari dokter Faskes Tingkat Pertama yang menyatakan kondisi pasien tidak stabil atau mengalami gejala/tandatanda yang mengindikasikan perburukan dan perlu penatalaksanaan oleh Dokter Spesialis/Sub Spesialis.
  6. Apabila hasil evaluasi kondisi peserta dinyatakan masih terkontrol/stabil oleh dokter spesialis/subspesialis, maka pelayanan program rujuk balik dapat dilanjutkan kembali dengan memberikan SRB baru kepada peserta.

Ketentuan Pelayanan Obat Program Rujuk Balik

  1. Obat PRB diberikan untuk kebutuhan maksimal 30 (tiga puluh) hari setiap kali peresepan dan harus sesuai dengan Daftar Obat Formularium Nasional untuk Obat Program Rujuk Balik serta ketentuan lain yang berlaku.
  2. Perubahan/penggantian obat program rujuk balik hanya dapat dilakukan oleh Dokter Spesialis/ sub spesialis yang memeriksa di Faskes Tingkat Lanjutan dengan prosedur pelayanan RJTL. Dokter di Faskes Tingkat Pertama melanjutkan resep yang ditulis oleh Dokter Spesialis/sub-spesialis dan tidak berhak merubah resep obat PRB. Dalam kondisi tertentu Dokter di Faskes Tingkat Pertama dapat melakukan penyesuaian dosis obat sesuai dengan batas kewenangannya.
  3. Obat PRB dapat diperoleh di Apotek/depo farmasi yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan Obat PRB.
  4. Jika peserta masih memiliki obat PRB, maka peserta tersebut tidak boleh dirujuk ke Faskes Rujukan Tingkat Lanjut, kecuali terdapat keadaan emergency atau kegawatdaruratan yang menyebabkan pasien harus konsultasi ke Faskes Rujukan Tingkat Lanjut.