pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

Pertanyaan

Penghitungan BPJS Kesehatan untuk Badan Usaha

16 January 2017
Selamat siang, mohon dapat dijelaskan, bagaimana penghitungan iuran BPJS Kesehatan untuk karyawan perusahaan.

Jawaban

Ulasan:

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Ketentuan Perhitungan Iuran JKN dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

Dasar Hukum Perhitungan Iuran bagi PPU atau Badan Usaha

Kepesertaan dan besaran iuran yang wajib dibayarkan oleh Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diatur dalam Peraturan Presiden:

  1. Perpres No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.
  2. Perpres No. 111 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Perpres No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.
  3. Perpres No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Perpres No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.
  4. Perpres No. 28 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga atas Perpres No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

Intisari:

Berdasarkan UU No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN), iuran program JKN bagi pekerja yang bekerja pada badan usaha, ditanggung bersama oleh pekerja dan pemberi kerja dengan ketentuan lebih lanjut diatur dalam Peraturan Presiden (PerPres).

Perpres No. 111 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Perpres No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan Pasal 16C ayat (2) menetapkan iuran JKN bagi Pekerja Penerima Upah (PPU) sebesar 5% dari gaji/upah per bulan dengan ketentuan:

  1. 4% (empat persen) dibayar oleh pemberi kerja/perusahaan.
  2. 1% (satu persen) dibayar oleh pekerja.

Ketentuan tersebut mulai diberlakukan  pada 1 Juli 2015.

Ketentuan-ketentuan selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam penghitungan iuran Program JKN adalah sebagai berikut:

  1. Kepesertaan Program JKN bagi karyawan perusahaan digolongkan sebagai Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU).

  2. Besaran iuran Program JKN bagi Pekerja Penerima Upah (PPU) adalah sebesar 5% dari gaji/upah per bulan dengan ketentuan (Perpres No. 111 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Perpres No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan) Pasal 16C ayat (2)):
    a. 4% (empat persen) dibayar oleh pemberi kerja.
    b. 1% (satu persen) dibayar oleh pekerja.

  3. Gaji/Upah sebulan yang dijadikan dasar perhitungan iuran terdiri atas upah pokok dan tunjangan tetap (Perpres No. 111 Tahun 2013 Pasal 16 E ayat (3)).

  4. Batas terendah upah yang dijadikan dasar perhitungan iuran disesuaikan dengan UMR/UMP/UMK wilayah setempat.

  5. Batas tertinggi upah sebulan yang dijadikan dasar perhitungan iuran sebesar  Rp. 8.000.000,00 (Perpres No. 19 Tahun 2016 Pasal 16 D).

  6. Iuran yang ditetapkan mencakup iuran untuk pekerja dan anggota keluarganya yang terdiri dari pekerja penerima upah itu sendiri, istri/suami yang sah, anak kandung, anak tiri dari perkawinan yang sah, dan anak angkat yang sah sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang. Anak kandung, anak tiri dari perkawinan yang sah, dan anak angkat yang sah adalah penerima manfaat dengan kriteria (Perpres No. 19 Tahun 2016 Pasal 5 ayat (1) dan (2)):
    a. Tidak atau belum pernah menikah atau tidak mempunyai penghasilan sendiri.
    b. Belum berusia 21 (dua puluh satu) tahun atau belum berusia 25 (dua puluh lima) tahun yang masih melanjutkan pendidikan formal.

  7. Peserta dapat mengikutsertakan anggota keluarga tambahan sebagai Peserta JKN yaitu anak ke-4 dan seterusnya, orang tua, atau mertua (Perpres No. 19 Tahun 2016 Pasal 5 ayat (3) dan (4))

  8. Iuran untuk anggota keluarga tambahan adalah 1% (satu persen) per orang per bulan. Iuran ditanggung oleh pekerja (Perpres No. 19 Tahun 2016 Pasal 16H ayat (2)).

Simulasi Perhitungan Iuran BPJS Kesehatan Badan Usaha

Contoh kasus:

Sebuah perusahaan mendaftarkan 10 orang karyawan yang berupah Rp. 4.000.000,00 sebulan. Setiap karyawan mengikutsertakan ayah dan ibu mertua mereka ke dalam daftar Peserta Program JKN. Berapa besar iuran yang harus dibayarkan oleh Pekerja dan Perusahaan dan disetorkan oleh Perusahaan kepada BPJS Kesehatan setiap bulannya?

Rincian perhitungan berdasarkan informasi di atas adalah:

Besaran iuran per karyawan yang menjadi tanggung jawab perusahaan:
= 4% x Rp 4.000.000,00
= Rp 160.000,00 per karyawan per bulan

Besaran iuran yang menjadi tanggung jawab pekerja (sudah termasuk tanggungan istri dan sebanyak-banyaknya 3 orang anak):
= 1% x Rp 4.000.000,00
= Rp 40.000 per karyawan per bulan

Besaran iuran untuk anggota keluarga tambahan per orang perbulan
= 1% x Rp 4.000.000,00
= Rp 40.000,00 per orang per bulan
= Rp 80.000,00 per dua orang per bulan

Total besaran iuran yang disetorkan oleh Perusahaan untuk 10 orang karyawan:
Beban Perusahaan = 10 x Rp 160.000,00 = Rp 1.600.000,00
Beban Karyawan     = 10 x Rp (Rp 40.000,00 + Rp 80.000,00) = Rp 1.200.000,00

Jumlah uang yang disetorkan Perusahaan kepada BPJSK per bulan adalah = Rp 2.800.000,00