pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

Enam Mitos Universal Health Coverage

UHC adalah menjamin semua orang mempunyai akses kepada layanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang dibutuhkan, dengan mutu yang memadai sehingga efektif, disamping menjamin pula bahwa layanan tersebut tidak menimbulkan kesulitan finansial penggunanya (WHO www.who.int, 2018)

 

Evolusi UHC selama 13 tahun terakhir memunculkan banyak mitos kebijakan pelayanan kesehatan.  WHO menemukan enam mitos UHC paling populer yang  beredar di kalangan para pemangku kebijakan pelayanan kesehatan.

UHC adalah Pengobatan Gratis

Salah kaprah mengenai UHC yang kerap muncul adalah UHC menjamin biaya pengobatan seluruh penyakit atau pengobatan gratis.  Salah kaprah ini akhirnya berdampak pada terbentuknya persepsi para pemangku kebijakan mengenai UHC yang menjamin pengobatan bebas biaya bagi setiap jenis penyakit yang diidap oleh setiap warganya.

UHC bukan pelayanan kesehatan gratis  karena tidak ada satu negara pun yang mampu menyediakan semua layanan tanpa berbayar kepada seluruh penduduknya secara berkelanjutan.  Kontribusi penduduk sangat dibutuhkan untuk memperkuat pendanaan pelayanan kesehatan oleh negara. UHC bertujuan untuk berbagi risiko di antara penduduk serta mencegah belanja pelayanan kesehatan yang menimbulkan bencana dan pemiskinan individu karena pengobatan dan perawatan kesehatan.

Lingkup UHC Hanya Sebatas Pembiayaan Kesehatan

Evolusi UHC yang awalnya berfokus untuk mereformasi sistem pembiayaan kesehatan, menciptakan kesalahpahaman bahwa pencapaian UHC hanya ditopang oleh pembiayaan kesehatan saja.

Sebaliknya, WHO menekankan bahwa pencapaian UHC membutuhkan penguatan-penguatan pada pelayanan kesehatan, tenaga kerja kesehatan, fasilitas kesehatan dan obat-obatan, sistem informasi, dan tata kelola pelayanan kesehatan.

UHC Hanya Pelayanan Kesehatan Minimum

Para pemangku kebijakan seringkali memahami UHC sebatas penjaminan pelayanan kesehatan minimum atau pelayanan kesehatan dasar.  Padahal, UHC juga mencakup perluasan pelayanan kesehatan dan penguatan proteksi keuangan secara progresif ketika sumber daya tersedia.

UHC Adalah Kesehatan Perorangan

UHC bukan semata-mata pelayanan kesehatan perorangan, namun juga mencakup pelayanan kesehatan masyarakat, antara lain promosi kesehatan masyarakat, upaya pengendalian kesehatan lingkungan dan sebagainya.

UHC adalah Jaminan Kesehatan Sosial

Pada awal diluncurkannya UHC, WHO cenderung lebih berfokus pada reformasi sistem pembiayaan kesehatan serta berpaku pada skema jaminan kesehatan sosial sebagai langkah efektif untuk mencapai UHC.  Gerakan ini menyebabkan berbagai negara berlomba-lomba untuk membangun skema jaminan kesehatan sosial. 

Kini WHO merevisi pemaknaan terhadap UHC tersebut. WHO tidak membatasi skema yang efektif untuk mencapai UHC.  Tidak semua Negara berkondisi sosial-politik dan demografis  yang tepat untuk menyelenggarakan skema jaminan kesehatan sosial. Contohnya, Inggris dan Malaysia menyelenggarakan skema National Health Service untuk menjamin kesehatan seluruh penduduknya. 

UHC Hanya Meningkatkan Kesehatan

UHC bukan hanya meningkatkan kesehatan penduduk, melainkan juga meningkatkan kesejahteraan.  Suatu negara yang bergerak untuk mewujudkan UHC, berati telah menetapkan langkah menuju pembangunan berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, dan penegakan keadilan sosial. Negara tersebut menempatkan martabat serta kemandirian individu sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang ideal.

Penguatan akses terhadap pelayanan kesehatan memungkinkan seseorang untuk menjadi sehat dan produktif.  Pada saat yang sama, perlindungan risiko finansial mencegah ia dari pemiskinan akibat menanggung sebagian besar biaya pelayanan kesehatan dari kantong pribadi. Aspek jaminan terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas serta perlindungan terhadap risiko finansial, merupakan komponen penting dari pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan, serta pengentasan kemiskinan.
 

 

Referensi:

1World Health Organization SEARO. (2018). “Universal Health Coverage: Everyone, Everywhere”.

2World Health Organization. (2017). “Fact Sheets: Universal Health Coverage”. Online. Diakses pada: Rabu, 9 Mei 2018 pukul 11.15 WIB. Sumber: http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/universal-health-coverage-(uhc)

 

 

 


Print this page

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal, dan sumber

TOPIK > Enam Mitos Universal Health Coverage

http://jkn.jamsosindonesia.com/topik/detail/enam-mitos-universal-health-coverage-2

Copyright © 2019 Jamkesindonesia.