pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

Lahirnya Konsep UHC

World Health Assembly ke-58 yang diselenggarakan oleh PBB di Geneva, 16-25 Mei 2005 menerbitkan resolusi WHA 58.33 yang mendesak pemerintah negara-negara anggota PBB untuk menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan esensial bagi seluruh penduduk sekaligus melindungi penduduk terhadap risiko finansial keluarga akibat biaya pelayanan kesehatan. Rekomendasi ini memuat pendanaan kesehatan yang bekelanjutan, cakupan kesehatan semesta serta jaminan kesehatan sosial dan ketiga ide pokok tersebut kemudian dipopulerkan sebagai universal health coverage (UHC).

WHA 58.33 lebih jauh mendesak para anggotanya untuk mereformasi sistem pendanaan kesehatan dalam kerangka  cakupan kesehatan semesta guna menjamin akses penduduk terhadap pelayanan kesehatan esensial dan sekaligus menyediakan perlindungan terhadap risiko finansial. 

Resolusi menghendaki dukungan lembaga legislatif dan eksekutif dan mendesak setiap negara untuk:

  1. Menjamin bahwa sistem pendanaan kesehatan mengikutsertakan metode pendanaan pelayanan kesehatan oleh iuran yang dibayarkan di muka.  Hal ini bertujuan  untuk berbagi risiko di antara penduduk, serta mencegah belanja pelayanan kesehatan yang menimbulkan bencana finansial (katastropik) dan pemiskinan individu karena pengobatan dan perawatan kesehatan.
  2. Menjamin ketercukupan dan keadilan distribusi infrastruktur dan sumber daya pelayanan kesehatan yang berkualitas, sehingga penduduk dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan.
  3. Menjamin dana publik untuk penyelenggaraan kegiatan atau program pelayanan kesehatan akan dikelola dan diorganisasikan secara cermat dan berkontribusi pada pembangunan pendanaan kesehatan yang berkelanjutan untuk keseluruhan sistem kesehatan.
  4. Merencanakan transisi menuju cakupan kesehatan semesta sehingga mampu memenuhi kebutuhan warga akan pelayanan kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan, menurunkan kemiskinan, mencapai tujuan bersama internasional termasuk tujuan deklarasi pembangunan milenium, dan mencapai kesehatan bagi semua.
  5. Membangun pilihan-pilihan kebijakan pendanaan pelayanan di masa peralihan sesuai dengan kondisi makroekonomi, sosiokultur, dan politik masing-masing negara menuju cakupan kesehatan semesta.
  6. Memanfaatkan peluang yang ada untuk bekerjasama antara fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta dengan lembaga penyelenggara jaminan kesehatan di bawah pengawasan pemerintah yang kuat secara komprehensif.

Berbagi pengalaman tentang berbagai metode pendanaan kesehatan, termasuk pendanaan oleh publik, privat, jaminan kesehatan sosial atau model campuran, dengan perhatian utama pada tata kelola yang dibangun untuk menjalankan fungsi-fungsi pokok sistem pendanaan kesehatan.

 

Referensi:

1World Health Organization. (2005). The 58th World Health Assembly of 2005 Regarding Sustainable Financing, Universal Health Coverage, and Social Health Insurance.

2World Health Organization. (2005). The 58th World Health Assembly of 2005 Regarding Sustainable Financing, Universal Health Coverage, and Social Health Insurance.

 

 


Print this page

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal, dan sumber

TOPIK > Lahirnya Konsep UHC

http://jkn.jamsosindonesia.com/topik/detail/lahirnya-konsep-uhc-

Copyright © 2019 Jamkesindonesia.