pusat informasi jaminan kesehatan indonesia
Username dan password tidak cocok
Email sudah terdaftar
* Untuk User Dokter
** Untuk User Faskes
*** Untuk User Peneliti

Anda tidak berhak masuk ke subforum ini

UHC dan Gerakan Health for All, 1948 - 2030

UHC sebenarnya bukanlah konsep baru.  PBB telah memotori berbagai upaya yang mendesak negara-negara anggotanya untuk menjamin pelayanan kesehatan bagi penduduknya.  Berawal dari deklarasi HAM pada tahun 1948, PBB terus memimpin gerakan-gerakan pelayanan kesehatan bagi seluruh penduduk sebagaimana diulas di bawah ini.

1.  Deklarasi PBB 1948: “Hak Asasi Manusia”

Pasal 25 ayat 1 Deklarasi HAM PBB 1948:  “Setiap orang berhak atas tingkat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan bagi dirinya dan keluarganya, termasuk hak atas pangan, pakaian, perumahan, dan perawatan kesehatan, serta pelayanan sosial yang diperlukan, dan berhak atas jaminan pada saat menganggur, menderita sakit, cacat, menjadi janda/duda, mencapai usia lanjut atau keadaan lainnya yang mengakibatkan kekurangan nafkah, yang berada di luar kekuasaannya.”

2.  Konvensi ILO No. 102 Tahun 1952: “Standar Minimum Jaminan Sosial”

Standar minimum penyelenggaraan program jaminan sosial di suatu negara dan merupakan pedoman bagi semua konvensi dan rekomendasi ILO di bidang perlindungan sosial – 9 cabang jaminan sosial yang harus dibangun oleh negara secara bertahap yaitu, pelayanan kesehatan, santunan sakit, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, santunan pengangguran, santunan keluarga, pelayanan kesehatan kehamilan dan persalin, santunan cacat, dan santunan bagi ahli waris.

Konvensi 102 ini meletakkan prinsip-prinsip bagi keberlanjutan dan tata kelola penyelenggaraan jaminan sosial. Indikator yang digunakan mencakup persentase minimal penduduk yang mengikuti program, batas terendah manfaat yang akan disediakan, serta kondisi untuk memperoleh jaminan sosial.

3.  Konvensi ILO No. 130 Tahun 1969 (C. 130): “Pelayanan Kesehatan dan Santunan Sakit”

Konvensi ILO No. 130 Tahun 1969 tentang Pelayanan Kesehatan dan Santunan Sakit (Medical Care and Sickness Benefits Convension), 1969 (C. 130), mengatur prinsip-prinsip perlindungan kesehatan. Konvensi 130 menentukan cakupan minimal kepesertaan, manfaat dasar, dan fasilitas kesehatan.

4.  World Health Assembly tahun 1977:  “Health for All by The Year 2000”

Health for All by The Year 2000 ditetapkan sebagai jargon pada World Health Assembly ke-30. Sasaran utama Pemerintah dan WHO dalam beberapa dekade mendatang adalah tercapainya derajat kesehatan yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif baik secara sosial maupun ekonomi bagi seluruh warga dunia pada tahun 2000. Health for All mewujudkan prinsip keadilan dalam kesehatan, partisipasi masyarakat dan aksi lintas sektoral.

5.  Deklarasi Alma Ata 1978: “Primary Health Care”

Deklarasi Alma Ata 1978 merupakan bentuk kesepakatan bersama antara 140 negara, merupakan hasil Konferensi Internasional Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Health Care), di Kota Alma Ata, Kazakhstan. Konferensi ini diselenggarakan pada tanggal 6-12 Septmber 1978 atas kerjasama antara World Health Organization (WHO) dengan United Nation’s Children Fund (UNICEF). Isi pokok dari deklarasi Alma Ata 1978 adalah bahwa Pelayanan Kesehatan Primer (Dasar) merupakan strategi utama untuk pencapaian kesehatan bagi semua (Health for all), sebagai bentuk perwujudan hak asasi manusia. Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar yang tertuang dalam Deklarasi Alma Ata, yaitu: 1) Pendidikan kesejatan; 2) Peningkatan penyediaan makanan dan gizi; 3) Penyediaan air bersih dan sanitasi; 4) Pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana; 5) Imunisasi; 6) Pencegahan dan pemberantasan penyakit endemik; 7) Pengobatan penyakit-penyakit umum; 8) Penyediaan obat esensial.

6.  Resolusi WHA 58.33 pada tahun 2005: “Universal Health Coverage”

Resolusi WHA 58.33 – dengan tema Sustainable health financing, universal coverage, social health insurance, berisi 7 desakan kepada negara-negara anggota PBB untuk mereformasi sistem pendanaan kesehatan dengan mempertimbangkan cakupan semesta kesehatan, yaitu menjamin tersedianya pelayanan kesehatan esensial sekaligus proteksi terhadap risiko finansial akibat pemanfaatan pelayanan kesehatan ketika sakit.

7.  World Health Report 2010: “Sistem Pendanaan Kesehatan Menuju UHC

WHO melalui World Health Report 2010 menyediakan sebuah kerangka konsep agar masing-masing Negara dapat menganalisis sistem kesehatan nasional dan model pendanaan kesehatannya dalam rangka percepatan kemajuan pencapaian UHC. Kerangka konsep tersebut digambarkan dalam bentuk  “Kubus 3 Dimensi UHC”. Ketiga dimensi dalam Kubus UHC terdiri atas kerangka penilaian seberapa luas populasi yang tercakup, perluasan cakupan manfaat, dan seberapa besar biaya langsung yang harus ditanggung dalam suatu sistem kesehatan nasional.

8.  Rekomendasi ILO No. 202 Tahun 2012 (R. 202): “Social Protection Floor”

Rekomendasi ILO No. 202 Tahun 2012 tentang batasan dasar nasional program perlindungan sosial (National Floors of Social Protection). Rekomendasi No. 202/2012 yang populer dengan sebutan Social Protection Floor (SPF) 2012, merekomendasikan negara-negara anggota ILO untuk menjamin perlindungan dasar dalam sistem jaminan sosial nasional, dan meningkatkan manfaatnya secara progresif hingga menjangkau sebanyak-banyaknya penduduk. SPF 2012 menetapkan 18 (delapan belas) prinsip penyelenggaraan perlindungan sosial.

9.  Sustainable Development Goals (SDGs): “Target Nomor 1.3 (Kemiskinan) dan 3.8 (Kesehatan)”

Target SDG nomor 3.8 adalah “Mencapai UHC, termasuk perlindungan risiko keuangan, akses kepada pelayanan kesehatan esensial berkualitas, dan akses ke obat-obatan esensial dan vaksin yang aman, efektif, berkualitas, dan terjangkau untuk semua penduduk”. Sedangkan Target SDG 1, “Menerapkan sistem dan ukuran perlindungan sosial yang tepat di tingkat nasional bagi semua level masyarakat. Tahun 2030 berhasil memberikan perlindungan yang substansial bagi kelompok miskin dan rentan”, bertujuan untuk mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuknya, berkaitan erat dengan UHC, karena ratusan juta orang terjerat kemiskinan akibat pengeluaran kesehatan setiap tahunnya.

10. World Health Day 2018:  “Universal Health Coverage: Everyone. Everywhere #HealthForAll

Pada peringatan Hari Kesehatan Dunia ke-70 yang jatuh pada 7 April tahun 2018, WJHO mengangkat tema Universal Health Coverage: Everyone, Everywhere. WHO menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk memenuhi komitmen bersama UHC dalam Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030. Pemimpin dunia dihimbau untuk menyusun kebijakan dan mengambil langkah-langkah konkret guna menguatkan kesehatan seluruh penduduk.


 

Referensi:

1United Nations, Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa Tahun 1948

2International Labor Organizations, Convention No. 102 of 1952 regarding The Social Security Minimum Standards.

3International Labor Organizations, Convention No. 130 of 1969 regardng Medical Care and Sickness Benefits.

4World Health Organization. (1981). “Global Strategy for Health for All by The Year 2000”. WHO: Geneva.

5World Health Organization. (1978). “Alma-Ata 1978 Primary Health Care: Report of the International Conference on Primary Health Care, Alma-Ata, USSR, 6-12 September 1978”. Who: Geneva.

6World Health Organization. (2005). The 58th World Health Assembly of 2005 Regarding Sustainable Financing, Universal Health Coverage, and Social Health Insurance.

7World Health Organization. (2010). “Health Systems Financing Towards UHC”. WHO: Geneva.

8International Labor Organization. (2012). “Recommendation No. 202 of 2012 regarding the National Floors of Social Protecton”. ILO: Geneva.

9United Nation Development Program. (2015). “Sustainable Development Goals”. UNDP: Geneva.

10World Health Organization. (2018). “World Health Day”. Diakses pada: Kamis, 10 Mei 2018 pukul 10.45 WIB. Sumber: http://www.who.int/campaigns/world-health-day/2018/en/

 

 


Print this page

Pengutipan sebagian atau seluruhnya dengan menyebutkan judul, tanggal, dan sumber

TOPIK > UHC dan Gerakan Health for All, 1948 - 2030

http://jkn.jamsosindonesia.com/topik/detail/uhc-dan-gerakan-health-for-all--1948---2030

Copyright © 2019 Jamkesindonesia.